All about winning

Standard

ImageSeems to be a winner is in everyone’s interest in any sports games, especially in the competitive atmosphere ones. 

Actually, I have realized since my childhood that sports games are not on the top list of my favorite activities because of its competitiveness. I’m not in favor of being a loser or a winner, neither of them since I believe that the gene of a winner is not in me. I am just an ordinary person who has an ordinary life. I don’t have any confidence to be a winner. In addition, I don’t like any competition at all till now. Not to blame anyone in this case. 

Currently, I am pushing myself to be an active member of badminton club in my company. We practice regularly every Tuesday in a badminton hall, only 5-10 minutes away from the office. From the badminton games, I learn a lot on how to cope with my problem of being a loser and put my self firmly to face the fact that I’m not a good player yet. Many session I’ve been through and always lost on those games. Then I chose to be a referee. From this position, I could see how a good player plays on the field. I learned a lot. Since then, I practiced their way of playing in badminton. Sometimes I won, sometimes I lost. But what I learn from badminton is not about winning or losing; it is about not quitting. I believe in not quitting is the basic different between winning and losing. Consequently, I have to put more strength in continues learning process to be a better player, not to be a winner. In my humble opinion, being a winner is just a bonus of upgrading my skills in playing badminton. Even though I can’t be a winner, I just need to know that I’ve been a better player from days to days.

When I’m contemplating of my point of view of the games, I’m looking back to my past. I’m feeling so lucky for having a chance to live my life even though not to the fullest yet. Fortunately, I could grab a chance to be top three of the best graduate from university, secure a rare opportunity to go overseas and have a privilege to be a teacher in a remote area for a year. In those three cases, I have never been thinking of competition is about winning or losing. It’s just about showing my best and believe in myself that I deserve those chances, not because I want to be a winner who’s going to beat others.

Kisah tentang 3 Coke

Standard

Coke by artistAda 3 kaleng Coke (coca cola) yang diproduksi di pabrik yang sama di Jawa Barat. Ketika tiba harinya, sebuah truk datang ke pabrik tersebut, mengangkut kaleng-kaleng coke menuju beragam tempat yang berbeda untuk pendistribusian.

Pemberhentian pertama adalah Indomaret. Kaleng coke pertama diturunkan di sini. Kaleng itu dipajang di rak bersama dengan kaleng coke lainnya yang diberi harga Rp.4.000,-

Pemberhentian kedua adalah pusat perbelanjaan PVJ. Di sana, kaleng kedua diturunkan. Kaleng tersebut ditempatkan di dalam kulkas supaya dingin dan kemudian dijual dengan harga Rp.7.500,-

Pemberhentian terakhir adalah Hotel Hilton Bandung sebuah hotel bintang 5 yang sangat mewah. Kaleng coca cola ketiga diturunkan di sana. Kaleng ini tidak ditempatkan di rak atau di dalam kulkas. Kaleng ini hanya akan dikeluarkan jika ada pesanan dari pelanggan. Dan ketika ada yang pesan, kaleng ini dikeluarkan bersama dengan gelas kristal berisi es batu cube block. Semua disajikan di atas baki dan pelayan hotel akan membuka kaleng coke itu, menuangkannya ke dalam gelas dan dengan sopan menyajikannya ke pelanggan. Harganya adalah Rp. 40.000,-

Sekarang, pertanyaannya adalah : Mengapa ketiga kaleng coke tersebut memiliki harga yang berbeda satu dengan yang lainnya padahal diproduksi dari pabrik yang sama di Jawa Barat, diantar dengan truk yang sama dan bahkan coke tersebut memiliki rasa dan aroma yang sama?

Jawabannya terletak pada lingkungan tempat mereka berada. Lingkungan mereka lah yang mencerminkan seberapa tinggi harga mereka.

Apabila Anda berada di lingkungan yang bisa mengeluarkan terbaik dari diri anda, maka Anda akan menjadi cemerlang. Tapi bila Anda berada di lingkungan yang meng-kerdil- kan diri Anda, maka Anda akan menjadi kerdil.

Orang yang sama, bakat yang sama, kemampuan yang sama + lingkungan yang berbeda = NILAI YANG BERBEDA.

Dengan demikian, pilihlah pekerjaan yang memiliki lingkungan kerja yang dapat memberikan kesempatan besar bagi kita untuk mengembangkan diri dan berkontribusi bagi orang lain.