Kisah Wazir dan Sultan

Standard

Sultan

“Win through your actions, never through argument”

Dahulu, ada seorang Wazir (penasihat) yang terkenal setia dan bijaksana melayani Sultan-nya. Wazir tersebut tidak pernah mengeluhkan pekerjaannya dan selalu melalukan yang terbaik bagi Sultan. Sang Sultan pun mempercayakan hal-hal yang penting kepada Wazir. Sayangnya, ia memiliki beberapa musuh di kerajaan yang iri hati terhadap loyalitasnya pada Sultan.

Musuh-musuhnya bersekongkol memfitnah Wazir dengan menyatakan bahwa Wazir tidak loyal terhadap Sultan.

Sultan yang terpengaruh kemudian memanggil Wazir kehadapannya untuk diadili. Sultan memutuskan hukuman mati bagi Wazir atas tuduhan pengkhianatan. Sebagai hukumannya, Wazir akan dilahap anjing-anjing ganas yang siap memangsanya.

Anehnya, Wazir memutuskan untuk tidak mengajukan satu gugatan pun atas putusan Sang Sultan. Namun, Wazir hanya menyampaikan permintaan terakhir sebelum ia dieksekusi. Ia meminta waktu 10 hari agar dapat mencari penjaga anaknya setelah ia dieksekusi. Dia juga berjanji tidak akan melarikan diri.

Sang Sultan mengabulkan permintaan terakhir tersebut.

Sesampainya di rumah, Wazir langsung mengambil sekantong emas yang dia simpan bertahun-tahun lamanya dan langsung kembali ke istana. Disana, ia bertemu dengan penjaga anjing dan menanyakan apakah ia dapat membeli anjing-anjing tersebut. Penjaga anjing tidak dapat menolak tawaran tersebut dan menyerahkan sekawanan anjing ganas pada Wazir.

Selama 10 hari, Wazir merawat dan menjaga anjing-anjing tersebut dengan sangat baik. Ia menghabiskan sebagian besar waktunya untuk memperhatikan mereka. Bahkan keluarganya sempat terheran-heran dengan perilakunya.

Setelah 10 hari, tibalah saatnya eksekusi akan dilaksanakan. Sang Wazir terlihat tenang menunggu eksekusinya. Ia diikat dan dimasukkan ke tempat dimana ia akan diserang anjing ganas. Semua orang termasuk Sultan terkejut menyaksikan apa yang terjadi di hadapannya. Anjing-anjing tersebut tidak menyerang Wazir, sebaliknya malah bermain-main dan menyalak kegirangan karena bertemu majikannya.

Sultan masih kebingungan dengan apa yang baru saja ia lihat. Sultan kemudian meminta agar Wazir dibawa ke hadapannya untuk menjelaskan apa yang sudah terjadi. Sang Wazir menyampaikan pada Sultan bahwa dia hanya melakukan hal yang sederhana. Dia menunjukkan belas kasih, dedikasi dan kesabaran pada anjing-anjing tersebut dalam waktu 10 hari. Hal yang sama, bahkan lebih, juga sudah ia tunjukkan pada Sultan selama 30 tahun melayani Sultan beserta keluarga kerajaan. Sayangnya, kesetiaannya dibalas dengan hukuman mati hanya dikarenakan mendengar fitnah dari musuh-musuhnya.

Sultan pun menyadari kesalahan yang telah ia lakukan. Ia langsung membebaskan Wazir dan memberinya pakaian yang sangat bagus. Sultan juga menyerahkan orang-orang yang sudah mencoba merusak reputasi Wazir. Wazir memaafkan orang yang telah memfitnah dirinya dan memperlakukan mereka dengan baik.

 

Learning point:

Put them into commentary boxes, will you? 🙂

 

Diadopsi dari “The 48 Laws of Power” by Robert Greene

 

You are what you think

Standard

Art by Leo Tabibzadegan

Watch your thoughts, they become words.

Watch your words, they become actions.

Watch your actions, they come habits.

Watch your habits, they become your character.

Watch your character, it becomes your destiny.